Minggu, 05 April 2015

Android Wear Bisa Munculkan Notifikasi iPhone

KOMPAS.com - Sejak lama, Google ingin sistem operasi Android dapat terintegrasi dengan semua perangkat elektronik, tak terkecuali dengan perangkat ciptaan Apple. 

"Kami ingin sebanyak-banyaknya orang dapat menikmati pengalaman kami," kata manajer produk Android Wear, Jeff Chang pada akhir tahun lalu.

Nyatanya, hingga kini belum ada tanda-tanda integrasi yang resmi antara Android dan sistem operasi Apple, iOS. Walau begitu, ada cara "tak resmi" untuk menyatukan Android Wear smartwarch dengan perangkat iOS. 

Dilansir KompasTekno, Senin (23/2/2015) dari AndroidAuthority, pengembang Android Mohammad Abu-Garbeyyeh memungkinkan terjadinya integrasi tersebut. Hal ini berkat fitur Apple Notification Center Service (ANSC).

ANSC adalah fitur yang juga membuat smartwatch ciptaan Pebble mampu menerima notifikasi dari iPhone melalui Bluetooth. Fitur ini pertama kali diperkenalkan pada iOS 7. Dalam menggunakan ANSC, tak hanya sebagian, namun semua aplikasi dapat otomatis tertera pada pemberitahuan di Android Wear smartwatch.

Cara ini, walau bukan instruksi resmi dari Android maupun iOS, namun tampaknya berkenaan dengan visi akses terbuka yang selalu dilontarkan Google. 

Perlu diketahui, Abu-Garbeyyeh dikenal karena mengembangkan sebuah modul bertajuk Xposed Framework Module. Yakni, sebuah modul yang memungkinkan pengguna untuk memfungsikan mode yang tersembunyi pada sistem operasi Android. Salah satunya untuk mengaktifkan Heads Up, sebuah model notifikasi yang membuat pengguna tak perlu terinterupsi dengan notifikasi saat bermain game atau mendengar lagu.

Aplikasi iPhone dan iPad Boleh Lebih "Gemuk"

KOMPAS.com - Ukuran file untuk aplikasi iOS bakal bertambah "gemuk" setelah Apple meningkatkan batas maksimal ukuran file untuk sebuah aplikasi di toko App Store dari 2 GB menjadi 4 GB.

Menurut informasi yang dihimpun KompasTekno dari MacRumors, Minggu (15/2/2015), perubahan yang diumumkan pada Kamis minggu ini tersebut nantinya bakal memungkinkan developer mengembangkan aneka game yang lebih berkualitas, terutama dari segi grafis yang elemen-elemennya memang memakan banyak tempat.

Selain itu, sebuah game juga bisa dibikin agar menawarkan durasi bermain yang lebih lama berkat diberlakukannya batasan ukuran file baru.

Batasan 2 GB sebelumnya sudah diberlakukan oleh Apple semenjak App Store pertama kali meluncur pada 2008 lalu.

Ukuran file maksimal itu telah membuat beberapa judul game mentok dan tak bisa masuk ke App Store, seperti misalnya Final Fantasy VII yang versi konsolnya saja terdiri dari banyak CD.

Perangkat iPhone dan iPad generasi terkini pun menerapkan layar dengan resolusi yang lebih tinggi dibanding model-model terdahulu, yang berujung meningkatkan ukuran file grafis yang kualitasnya mesti disesuaikan dengan panel display tersebut.

Meski batas ukuran file aplikasi sudah dinaikkan menjadi 4 GB, Apple masih menerapkan pembatasan ukuran dowload over-the-air sebesar 100 MB yang diberlakukan pada 2013.

2014, Sony Jual 12 Juta Android Xperia

KOMPAS.com - Dalam laporan keuangan kuartal 3 2014 yang diunggah di situs Sony, Rabu (4/2/2015), unit bisnis smartphone Sony dilaporkan mendapatkan untung operasional perusahaan senilai 80 juta dollar AS. 

Dikutip KompasTekno, Sony juga mengklaim telah berhasil menjual 12 juta unit smartphone Xperia dari berbagai jenis di tahun kuartal yang berakhir pada Desember 2014 lalu.

Jumlah penjualan tersebut naik drastis, karena jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013, Sony hanya menjual 8,8 juta unit smartphone Xperia.

Smartphone unggulan seperti Xperia Z3 dan Z3 Compact yang memiliki ketahanan terhadap air dan daya tahan baterai yang lebih baik, menjadi dua smartphone yang paling diminati konsumen.

Namun demikian, kinerja bisnis perusahaan secara keseluruhan tetap diprediksi akan mengalami kerugian sekitar 1,45 miliar dollar AS di tahun fiskal ini. 

Jumlah kerugian tersebut lebih sedikit berkat penjualan PlayStation 4 yang tinggi, serta bisnis komponen sensor fotonya. Sebagaimana diketahui, banyak produsen smartphone yang menggunakan sensor kamera buatan Sony.

Sony juga meramalkan perusahaan akan mulai mendapatkan keuntungan pada kuartal ini yang akan berakhir pada Maret 2015.

2014, Smartphone Android Tembus 1 Miliar

KOMPAS.com - Distribusi smartphone Android ke seluruh dunia telah mencapai 1 miliar unit pada tahun 2014 lalu. Ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan bagi sistem operasi besutan Google tersebut. Pasalnya, pada 2013, smartphone Android hanya terdistribusi sebanyak 780,8 juta unit. 

Dilansir KompasTekno (2/2/2015) dari Cnet, pencapaian Android ini jauh mengalahkan kompetitornya, yakni iOS besutan Apple. Sistem operasi itu hanya memasarkan 192,7 juta smartphone yang disematkan sepanjang 2014.

Angka ketimpangan yang terlampau jauh itu tak mengherankan, mengingat iOS hanya bisa tersemat di produk Apple. Sedangkan Android dapat disematkan ke jenis smartphone yang lebih banyak, menembus level pasar yang beragam, dan telah terbukti menjadi pilihan bagi banyak vendor smartphone di seluruh dunia.

Menurut Strategy Analytics, secara keseluruhan pasar smartphone memang sedang tumbuh pesat. Tahun 2014, pasar smartphone tumbuh 30 persen menjadi 1,3 miliar unit yang didistribusi di seluruh dunia. Dalam hal ini, kata pihak Strategy Analytics, negara berkembang berkontribusi besar dalam pertumbuhan industri smartphone

"Pasar negara berkembang, seperti Tiongkok dan Indonesia, mendorong pertumbuhan industri tahun lalu dan akan terus mendorong pertumbuhan industri di tahun ini," pihakStrategy Analytics menjelaskan.

Rekor distribusi smartphone Android yang mencapai 1 miliar unit, menjadikan 2014 sebagai tahun rekor di bidang pemasaran smartphone. 

Sebelumnya, Apple juga mendapat rekor dari segi keuntungan perusahaan. Pada kuartal IV 2014, keuntungan Apple mencapai 18 miliar dollar AS atau setara Rp 225 triliun. Pencapaian Apple disinyalir tak lepas dari peluncuran iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Sabtu, 04 April 2015

Mencicipi Nikmatnya Jaringan 4G di Indonesia

KOMPAS.com - Nikmatnya 4G LTE (Long Term Evolution) di Indonesia nampaknya sudah dapat dirasakan oleh banyak pengguna ponsel. Tak heran bila dihampir setiap media banyak operator telekomunikasi yang sudah berani mengklaim jika jaringan mereka sudah siap jalan di jaringan 4G LTE.

Janji Menkominfo agar teknologi jaringan 4G LTE sudah dapat dijalankan pada tahun 2015 ini nampaknya menjadi kenyataan. Pita frekuensi 900 Mhz dan selanjutnya 1.800 MHz merupakan jalur resmi yang dipilih Pemerintah untuk menjalankan 4G LTE. Teknologi jaringan 4G LTE digadang-gadang kecepatannya mampu mencapai 150 Mps, sehingga untuk masalah browsing, streaming hingga upload dan download akan jauh lebih lancar.

Di Indonesia sendiri layanan 4G LTE sebenarnya terbagi dalam dua tipe berdasarkan cara membagi koneksi saat download dan upload. Teknologi tersebut yaitu FDD (Fixed Division Duplex) dan TDD (Time Division Duplex). Operator seluler yang berbasis GSM di Indonesia saat ini lebih memilih mengadopsi teknologi FDD. Namun, satu hal yang harus diingat adalah untuk mendukung ekosistem jaringan 4G LTE ternyata tidak hanya dibutuhkan ketersediaan infrastruktur seperti BTS atau kartu SIM dari operator selular, tetapi juga dukungan perangkat atau ponsel yang juga sudah siap berjalan di jaringan 4G LTE tersebut.

Menurut Menkominfo Rudiantara, beliau pernah menyatakan bahwa ada beberapa produsen handset lokal Indonesia yang berjanji akan segera mengelurakan produk ponsel yang mendukung jaringan 4G LTE. Salah satu produsen lokal yang sudah siap meluncurkan produk terbarunya adalah Polytron yang diberi nama ZAP. Keunggulan pertama dari produk bercitarasa lokal ini adalah kemampuannya beroperasi di jaringan 4G LTE pada frekuensi 800 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, 1900 MHz, 2100 MHz dan 2600 MHz. Selain itu, ditanamnya prosesor Qualcomm Snapdragon 410 Quadcore CPU 1.2 GHZ 64-bit dengan RAM 1GB dan memori internal mencapai 8GB.

Sedangkan untuk sistem operasi ponsel yang aslinya bernama Polytron 4G450 ini punya Android Kitkat 4.4 dan upgradable ke Android Lollipop 5.0. Soal fitur lainnya ponsel ini juga tidak kalah, seperti kamera (autofocus, LED flash, 5Mp di belakang dan VGA di depan) dan Layar 4,5 inci, dengan resolusi FWVGA 480 x 854 pixels, kerapatan 218 ppi. Namun, yang membuat ponsel ini menjadi "jagoan" di kelas ponsel 4G LTE di Indonesia bahkan dunia adalah soal harganya yang hanya Rp. 1.099.000,-. Nah, tunggu apalagi dapatkan ponsel Polytron ZAP di Blibli.com dan memangcanggih.com sehingga Anda dapat segera mencicipi nikmatnya jaringan 4G LTE. (Adv)

Memori Smartphone Qualcomm Cuma 2 Megabyte

KOMPAS.com - Saat ini, Qualcomm lebih banyak dikenal sebagai pembuat prosesorsmartphone. Tetapi ternyata, perusahaan asal Amerika Serikat ini pernah memproduksi telepon pintar yang canggih pada masanya.

Smartphone tersebut diberi nama Qualcomm pdQ. Mereka mengumumkan kehadiranya pada 1998 silam. Saat itu, smartphone besutan Qualcomm ini merupakan CDMA pertama yang diluncurkan untuk komersil.

Layaknya sebuah smartphone yang kita kenal saat ini, pdQ juga dapat digunakan untuk mengakses surat elektronik (e-mail). Ada juga fitur jaringan berkecepatan 14,4 Kbps untuk menjelajah internet. Meski tidak sekencang koneksi internet zaman sekarang, namun saat itu sudah cukup.

Layar Qualcomm pdQ berupa LCD dengan resolusi 160 x 240 piksel. Smartphone lawas ini dirancang memiliki keyboard lipat yang dapat dibuka-tutup.

Seperti dilansir KompasTekno dari Phone Arena, Senin (19/1/2015), Qualcomm pdQ diperkuat prosesor berkecepatan 16 MHz dengan RAM 2 megabyte (MB). Baterainya menggunakan lithium-ion yang kuat digunakan untuk menelepon selama 30 menit.

Namun, kiprah pdQ ini tak lama. Beberapa tahun setelah peluncuran tersebut, Qualcomm memutuskan untuk menjual divisi perangkat genggamnya kepada Kyocera. Setelah menjual divisi perangkat genggam, Qualcomm memilih pengembangan teknologi nirkabel dan chip-nya.

Cara "Screenshot" dengan 3 Jari di Android Oppo

KOMPAS.com - Untuk melakukan tangkapan gambar (screenshot) dari tampilan di layar smartphone Android kita, biasanya kita harus menekan kombinasi beberapa tombol fisik secara bersamaan. Namun hal ini akan menjadi sulit ketika salah satu tombol kombinasi tersebut tidak responsif atau rusak.

Untuk mengatasi hal tersebut, smartphone Oppo R5 memiliki solusinya dengan menggunakan pola gerakan jari pada layar. Pengguna R5 cukup hanya menggunakan tiga jari saja untuk mendapatkan screenshot dari tampilan layar.

Untuk menggunakan fitur ini, terlebih dahulu harus mengaktifkan fitur Gesture Screenshot. Caranya masuk ke aplikasi Settings di Oppo R5 dan kemudian memilih menu Gesture & Motion.

Selanjutnya, dapat memilih menu Screen-on Gesture dan mengaktifkan fitur Gesture Screenshot. Setelah aktif, pengguna dapat langsung melakukan sapuan tiga jari dari atas ke bawah layar dan secara otomatis tampilan layar akan direkam.

Hasil screenshot akan langsung disimpan dalam bentuk gambar di penyimpanansmartphone dan dapat diakses melalui aplikasi galeri yang tersedia.