Layar iPhone 6 versus Amplas, Kuat Mana?

KOMPAS.com - Awal bulan ini pengguna YouTube Marques Brownlee mengedarkan video berisi rekaman “penyiksaan” layar safir yang disebut milik iPhone 6 dengan berbagai alat, mulai dari kunci rumah hingga pisau.

Ketika itu, layar safir “iPhone 6” mampu bertahan melalui semua cobaan tanpa mengalami barang satu goresan sekalipun.

Kini, dalan video terbarunya yang dilansir oleh Business Insider, Brownlee kembali melakukan pengujian serupa dengan memakai kertas amplas. 

Yang dipakai bukan sembarang amplas, melainkan barang berkualitas tinggi, yakni amplas merek Garnet yang memiliki rating 7.0 dan Emery dengan rating 8.0 di skala kekerasan material Mohs. 

Material yang memiliki tingkat kekerasan lebih tinggi menurut skala ini seharusnya bisa menggores material lain yang tingkat kekerasannya lebih rendah.

Sebagai pembanding, Brownlee menyertakan iPhone 5S dengan layar berlapis Gorilla Glass yang memiliki rating Mohs sebesar 6,8. Adapun material safir seperti yang digunakan Apple untuk melapis pemindai sidik jari dan kamera belakang iPhone 5S memiliki rating 9.0.

Jika layar iPhone 6 terbuat dari safir 100 persen, seharusnya ia tidak akan tergores meski digosok kedua jenis amplas. Sayangnya bukan itu yang terjadi karena Brownlee akhirnya berhasil menggores layar safir yang sebelumnya tak terkalahkan itu.

Mengapa ini bisa terjadi? Brownlee menduga layar iPhone 6 bisa tergores amplas karena tak seluruhnya dibuat dari kristal safir. “Itu sebenarnya masuk akal karena material safir murni selebar layar akan sangat mahal dan tak fleksibel. Padahal ponsel perlu bisa sedikit membengkok,” ujar Brownlee.

Apple sendiri, menurut Brownlee, telah mematenkan proses pembuatan layar safir untuk keperluan melapis layar iPhone. Proses tersebut mengurangi kemungkinan layar pecah atau tercungkil.

Layar iPhone 5S yang dijadikan pembanding tergores lebih parah, sementara tombol TouchID yang dilapis safir murni tetap kinclong. Brownlee berkesimpulan bahwa layar safir iPhone 6 memang lebih kuat dibandingkan Gorilla Glass. 
READ MORE - Layar iPhone 6 versus Amplas, Kuat Mana?

Dell "Permak Ulang" Laptop Inspiron

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen komputer Dell memutuskan untuk meluncurkan kembali seri laptop untuk segmen menengah mereka, Inspiron, dengan desain baru yang lebih tipis dan daya tahan baterai lebih lama.

Tidak hanya itu, mereka juga menyiapkan dukungan layanan purnajual seperti servis 24 jam di 222 kota di Indonesia.

Itulah komitmen Dell yang terungkap dalam peluncuran seri Inspiron 5447 dan 3442 yang diluncurkan di Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Seri Inspiron merupakan lini produk dari Dell untuk segmen menengah bersama lini lainnya seperti XPS untuk segmen premium atau Alienware untuk para pecandu permainan elektronik.

"Inspiron seri 3000 dan 5000 sudah lama ada di Indonesia. Kami mendengarkan masukan dari konsumen yang menginginkan produk yang cocok untuk gaya hidup penuh mobilitas artinya memiliki ukuran lebih ringkas tanpa mengorbankan daya tahan baterai," ujar Primawan Badri, Country Manager and Director - Consumer, Dell.

Inspiron 14 Seri 3000 dirilis mulai harga 329 dollar AS (sekitar Rp 3,8 juta) memiliki prosesor Intel berteknologi i5, RAM 4 GB, dan hard disk dengan kapasitas 1 TB. 

Laptop setebal 25,4 milimeter ini memiliki baterai yang tahan dipergunakan terus menerus selama 7 jam. Saat ini, Dell merilis produk tersebut dengan sistem operasi dari Ubuntu.

Sementara itu, Inspiron 14 Seri 5000 yang dijual dengan harga 769 dollar AS sudah menggunakan sistem operasi Windows 8 dan baterai yang tahan hingga 10 jam pemakaian. Prosesor yang dipakai adalah i5 dari Intel.

KOMPAS/Didit Putra Erlangga
Laptop Dell Inspiron 5000.
Jane Ritonga, Brand Manager Dell, menambahkan bahwa layanan purna jual adalah salah satu fitur yang mereka tawarkan kepada para calon pembeli. Setiap konsumen bakal menikmati garansi selama 1 tahun untuk home support dan pro support.

"Yang dimaksud pro support adalah dukungan yang diberikan selama 24 jam setiap hari. Anda bisa menghubungi pada jam 12 malam dan yang menerima Anda adalah teknisi, bukan petugas customer service," ujar Jane.

Saat ini, layanan Dell mencakup 222 kota di seluruh Indonesia atau sekitar 5.000 kode pos. Jane mengatakan bahwa mereka memilih untuk menggunakan cakupan layanan ketimbang menyebut jumlah pusat servis untuk memastikan bahwa pelanggan bisa terlayani dengan baik dan sama
di wilayah tersebut.
READ MORE - Dell "Permak Ulang" Laptop Inspiron
 

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.